Saturday, September 2, 2017

Puisi



Aroma syahdu rebak di teras pagi. Menyalakan raga yang padam dalam malam. Mekar sepasang tunas yang picing. Dibasuh teduh berlanjut pada simpuh di geladak yang menggigil. Doa memecah bening yang bersembunyi di sudut sayu.

Pekanbaru, 11 Dzulhijjah 1438 H/2 September 2017

Wa ila rabbika farghob
Keep tawadhu
-Juniar Sinaga-

No comments:

Papan tulis pandemi?

Saya lupa tahun berapa persisnya menempa papan tulis kecil ini. Namun yang jelas papan tulis kecil ini dibuat dengan jalan pikiran agar pas ...